[Real Review] FACELIFT UNTUK LANSIA | Usia 90, Vibe 60!
[Real Review] Operasi Atau Alat Time Travel? Prosedur Ini Menghapus 30 Tahun dari Wajahku! 🕰️✨
Cerita Perjalanan Facelift-ku di Usia Senja: Berani Mengikuti Kata Hati Bersama Beautify Korea
Halo semuanya! Aku sengaja meminta tim Beautify Korea untuk membagikan seluruh rangkaian perjalanan dan proses pemulihanku secara publik. Harapanku sederhana: aku ingin siapa pun di luar sana yang sedang mempertimbangkan untuk operasi plastik tapi masih ragu atau takut, bisa belajar dari pengalamanku. Semoga ceritaku ini bisa memberikan kalian keberanian untuk mengambil keputusan dan mengikuti apa yang benar-benar hati kalian inginkan!
🏥 Sebelum Operasi (Persiapan yang Sangat Matang)
Di usiaku saat ini, puji syukur aku termasuk orang yang sangat sehat. Sebelum mulai, tim Beautify Korea mendampingiku dengan sangat detail. Mereka menanyakan hal-hal penting seperti apakah aku menggunakan alat bantu medis atau memiliki implan gigi dsb. Hal ini penting diketahui agar tidak ada alat bantu yang rusak atau membahayakan keselamatan selama operasi berlangsung. Tapi tenang saja, kalau kalian menggunakan gigi palsu atau menggunakan alat bantu pendengaran, hal tersebut tidak akan membatalkan jadwal operasimu, jadi jangan lupa untuk menjawab seluruh pertanyaan dengan jujur.
Klinik pilihan kami di Korea ini benar-benar mengutamakan keselamatan pasien di atas segalanya, jadi pemeriksaan kesehatannya sangat ketat. Sebelum operasi, aku diwajibkan menjalani tes darah, rontgen dada, dan rekam jantung (EKG). Untuk pasien yang usianya jauh lebih muda, rangkaian tes ini biasanya sudah cukup bagi dokter anestesi untuk memberikan lampu hijau. Namun, karena dokter anestesi di klinik ini ingin memastikan keselamatanku 100% aman dan aku sangat menghargai komitmen mereka ini, aku dirujuk ke spesialis penyakit dalam untuk pemeriksaan tahap kedua demi mendapatkan second opinion dari dokter internis.
Di klinik penyakit dalam tersebut, aku menjalani:
- Pulmonary Function Test (PFT)/Tes Fungsi Paru
- Rontgen Dada
- Evaluasi Kardiovaskular komprehensif (termasuk sesi EKG lagi)
Berkat bantuan penuh dari Beautify Korea yang mendampingi dan menerjemahkan setiap instruksi medis yang rumit secara detail, proses ini jadi sama sekali tidak membingungkan. Setelah surat keterangan dari dokter internis keluar dan menyatakan aku aman untuk operasi, kami mengirimkan hasilnya kembali ke dokter anestesi di klinik bedah plastik untuk konfirmasi akhir bahwa aku benar-benar siap dan fit untuk menjalani operasi.
😷 Hari Operasi
Sebelum operasi dimulai, aku diwajibkan untuk berpuasa total selama 8 jam. Sama sekali tidak boleh ada makanan atau minuman yang masuk, termasuk air putih.
Untuk prosedurnya sendiri, aku memilih kombinasi tindakan yang cukup besar:
- Full Facelift (Wajah & Leher)
- Forehead Lift (Pengencangan Dahi)
- Submentoplasty (Pengencangan otot di bawah dagu)
- Revisi Lower Blepharoplasty + Mid Facelift
- Buccal Fat Removal (Pengambilan lemak pipi)
- Full Face Fat Grafting (Transfer lemak ke seluruh wajah)
Awalnya, aku cukup takut dan khawatir tentang opersi lower blepharoplasty karena sebelumnya mataku sangat kering. Lalu dokter lain di Korea sebelumnya pernah memberi tahu bahwa sebaiknya aku tidak melakukan prosedur lower blepharoplasty karena bisa memberikan efek samping yang buruk dan bisa memperparah kondisi. Namun, karena dokterku kali ini sepertinya ahli, dan dokter yakin bisa membantu masalah mata keringku dengan prosedur ini, aku memilih untuk mempercayai dokter dan melakukan prosedur ini agar mata bawahku terlihat lebih bagus. Kombinasi seluruh prosedur ini memakan waktu yang cukup panjang, sekitar 10 hingga 11 jam di ruang operasi.
Ajaibnya, setelah operasi selesai, aku sama sekali tidak mengalami reaksi buruk atau efek samping berat dari bius total yang panjang tersebut. Aku bahkan sudah diperbolehkan pulang keesokan pagi harinya. Kondisiku benar-benar normal, aku sudah bisa mengganti pakaianku sendiri dan berjalan kaki tanpa bantuan sejak pagi itu.
🌱 Masa Pemulihan (Pasca-Operasi)
Proses pemulihanku berjalan sangat mulus. Memar dan bengkak di wajahku tidak parah sama sekali. Bahkan tim Beautify Korea sempat bercanda kalau proses penyembuhanku jauh lebih cepat dibanding beberapa pasien mereka yang masih berusia 30-an atau 40-an! Tidak ada efek samping berbahaya, tidak ada pendarahan, dan tidak ada hematoma. Semuanya berjalan normal.
Foto yang kalian lihat di atas adalah kondisi 4 minggu setelah operasi. Memang masih ada sedikit bengkak yang terlihat di area bawah mata, tapi kalau untuk memar, hampir semuanya sudah hilang total.
Kalau ditanya bagian mana yang paling menantang, sejujurnya adalah momen di minggu-minggu ini. Karena saraf dan otot wajahku sedang dalam proses penyembuhan, aku sering merasakan sensasi mati rasa (kebas) disertai sedikit setruman kecil di sekitar dahi. Selain itu, karena luka-lukanya mulai mengering dan sembuh, rasanya kadang agak perih dan cukup gatal dari waktu ke waktu. Tapi staff dari Beautify meyakinkanku kalau itu semua sangat wajar dan bagian dari proses alami tubuh.
Saat ini, aku terus membaik setiap harinya. Aku sangat-sangat bahagia karena pihak klinik benar-benar mengabulkan permintaanku sejak awal, yaitu membuat wajahku kembali segar secara sangat natural, dan bukan mengubahku secara ajaib menjadi gadis berusia 60 tahun (saat ini usiaku sudah hampir memasuki umur 90)!
Terima kasih banyak untuk tim Beautify Korea yang sudah menjadi jembatan bahasa, mengurus navigasi rumah sakit dari A sampai Z, dan menemaniku dengan sabar di setiap langkah hingga aku bisa sebahagia ini! ❤️
Service terbaik mulai dari memilih rumah sakit yang cocok, reservasi, hingga penerjemah bahasa 1:1
Jangan khawatir! Karena semua akan kami handle!
Di usiaku saat ini, puji syukur aku termasuk orang yang sangat sehat. Sebelum mulai, tim Beautify Korea mendampingiku dengan sangat detail. Mereka menanyakan hal-hal penting seperti apakah aku menggunakan alat bantu medis atau memiliki implan gigi dsb. Hal ini penting diketahui agar tidak ada alat bantu yang rusak atau membahayakan keselamatan selama operasi berlangsung. Tapi tenang saja, kalau kalian menggunakan gigi palsu atau menggunakan alat bantu pendengaran, hal tersebut tidak akan membatalkan jadwal operasimu, jadi jangan lupa untuk menjawab seluruh pertanyaan dengan jujur.
Klinik pilihan kami di Korea ini benar-benar mengutamakan keselamatan pasien di atas segalanya, jadi pemeriksaan kesehatannya sangat ketat. Sebelum operasi, aku diwajibkan menjalani tes darah, rontgen dada, dan rekam jantung (EKG). Untuk pasien yang usianya jauh lebih muda, rangkaian tes ini biasanya sudah cukup bagi dokter anestesi untuk memberikan lampu hijau. Namun, karena dokter anestesi di klinik ini ingin memastikan keselamatanku 100% aman dan aku sangat menghargai komitmen mereka ini, aku dirujuk ke spesialis penyakit dalam untuk pemeriksaan tahap kedua demi mendapatkan second opinion dari dokter internis.
Di klinik penyakit dalam tersebut, aku menjalani:
- Pulmonary Function Test (PFT)/Tes Fungsi Paru
- Rontgen Dada
- Evaluasi Kardiovaskular komprehensif (termasuk sesi EKG lagi)
😷 Hari Operasi
Sebelum operasi dimulai, aku diwajibkan untuk berpuasa total selama 8 jam. Sama sekali tidak boleh ada makanan atau minuman yang masuk, termasuk air putih.
Untuk prosedurnya sendiri, aku memilih kombinasi tindakan yang cukup besar:
- Full Facelift (Wajah & Leher)
- Forehead Lift (Pengencangan Dahi)
- Submentoplasty (Pengencangan otot di bawah dagu)
- Revisi Lower Blepharoplasty + Mid Facelift
- Buccal Fat Removal (Pengambilan lemak pipi)
- Full Face Fat Grafting (Transfer lemak ke seluruh wajah)
Kombinasi seluruh prosedur ini memakan waktu yang cukup panjang, sekitar 10 hingga 11 jam di ruang operasi.
Ajaibnya, setelah operasi selesai, aku sama sekali tidak mengalami reaksi buruk atau efek samping berat dari bius total yang panjang tersebut. Aku bahkan sudah diperbolehkan pulang keesokan pagi harinya. Kondisiku benar-benar normal, aku sudah bisa mengganti pakaianku sendiri dan berjalan kaki tanpa bantuan sejak pagi itu.
🌱 Masa Pemulihan (Pasca-Operasi)
Proses pemulihanku berjalan sangat mulus. Memar dan bengkak di wajahku tidak parah sama sekali. Bahkan tim Beautify Korea sempat bercanda kalau proses penyembuhanku jauh lebih cepat dibanding beberapa pasien mereka yang masih berusia 30-an atau 40-an! Tidak ada efek samping berbahaya, tidak ada pendarahan, dan tidak ada hematoma. Semuanya berjalan normal.
Foto yang kalian lihat di atas adalah kondisi 4 minggu setelah operasi. Memang masih ada sedikit bengkak yang terlihat di area bawah mata, tapi kalau untuk memar, hampir semuanya sudah hilang total.
Kalau ditanya bagian mana yang paling menantang, sejujurnya adalah momen di minggu-minggu ini. Karena saraf dan otot wajahku sedang dalam proses penyembuhan, aku sering merasakan sensasi mati rasa (kebas) disertai sedikit setruman kecil di sekitar dahi. Selain itu, karena luka-lukanya mulai mengering dan sembuh, rasanya kadang agak perih dan cukup gatal dari waktu ke waktu. Tapi staff dari Beautify meyakinkanku kalau itu semua sangat wajar dan bagian dari proses alami tubuh.
Saat ini, aku terus membaik setiap harinya. Aku sangat-sangat bahagia karena pihak klinik benar-benar mengabulkan permintaanku sejak awal, yaitu membuat wajahku kembali segar secara sangat natural, dan bukan mengubahku secara ajaib menjadi gadis berusia 60 tahun (saat ini usiaku sudah hampir memasuki umur 90)!
Terima kasih banyak untuk tim Beautify Korea yang sudah menjadi jembatan bahasa, mengurus navigasi rumah sakit dari A sampai Z, dan menemaniku dengan sabar di setiap langkah hingga aku bisa sebahagia ini! ❤️



댓글
댓글 쓰기